BLOG INI pada awalnya berisi Kutipan / Kata Mutiara / Kata-kata Bijak (quotations), Ringkasan (summaries), dan Pemahaman (insights). Dalam perkembangan selanjutnya diisi dengan artikel-artikel singkat. Silakan klik di sini... untuk kembali ke BLOG UTAMA.

08 Oktober 2012

Memfitnah Tuhan

Dalam kisah (Nabi) Ayub, Tuhan murka kepada Elifas, Bildad dan Zofar, ketiga teman Ayub karena mereka memiliki dan mengajarkan pemahaman yang salah tentang Dia.

**Setelah Tuhan mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman Tuhan kepada Elifas, orang Teman: "Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub." (Ayub 42:7)**


Tuhan difitnah. Mereka mengatakan hal-hal yang kedengarannya baik, namun tidak tepat tentang Tuhan. Berdasarkan hal itu, mereka menyalahkan Ayub dengan penuh keyakinan.

Pemahaman akan Tuhan yang tidak tepat, yang kemudian disampaikan kepada orang lain, pada hakikatnya adalah fitnahan terhadap Tuhan.

Celakanya jika nasihat dan pengajaran yang demikian, banyak didengar oleh orang-orang yang ingin mencari Tuhan dengan tulus.

Banyak orang akan ikut memiliki pengenalan yang tidak tepat tentang Tuhan, lalu bisa kecewa atau menuntut sesuatu yang tidak pernah dikatakan atau dijanjikan-Nya.

Pemahaman seseorang akan Tuhan-nya pasti akan memengaruhi hidup kesehariannya. Tuhan seperti apakah yang kita kenal selama ini? Sesuaikah dengan penyataan Tuhan tentang diri-Nya di dalam Kitab Suci?

Seberapa banyak hidup kita dipengaruhi oleh pengenalan tersebut? Lalu, Tuhan seperti apa yang sedang kita ceritakan kepada orang lain melalui perkataan dan hidup kita? Yakinkah kita bahwa kita tidak sedang memfitnah Dia? --PBS

Kenali hal-hal yang benar dari Tuhan. Katakan hal-hal yang benar tentang Tuhan.

* * *

Sumber: e-RH, 8/10/2012 (dipersingkat)

==========

06 Oktober 2012

Fenomena Gunung Es

Gunung es adalah suatu bongkahan besar es air tawar yang telah terpecah dari gletser (akumulasi endapan salju yang membatu selama rentang waktu yang lama) dan mengambang di perairan terbuka.

Sekitar 80-90% volume gunung es berada di bawah permukaan air laut, besar, dan bentuknya sulit diperkirakan hanya berdasarkan apa yang tampak di permukaan.


Hati dan pikiran manusia juga bagaikan gunung es. Kompleks. Sulit ditebak hanya berdasarkan apa yang tampak di luar. Namun, bagi Tuhan tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Tuhan yang Mahatahu berkuasa menyelidiki hati, menguji pikiran, serta memperbaiki apa yang keliru di dalamnya.

Sering kali kita tampak "baik-baik saja" di luar, namun jikalau kita mau jujur dan mengizinkan Tuhan menyelidiki diri kita, ada banyak hal yang mesti kita tinggalkan, perbaiki, dan mohonkan pengampunan.

Dalam kesadaran akan ketidakberdayaan kita menghadapi "fenomena gunung es" di dalam diri, maukah kita dengan rendah hati berseru: "Tuhan Yang Maha Tahu, selidikilah diriku, dan tuntunlah aku di jalan-Mu"? --DEW

KATA HATI BISA SAJA MENIPU. MINTALAH DIUJI OLEH TUHAN YANG MAHATAHU.

* * *

Sumber: e-RH, 6/10/2012 (dipersingkat)

==========

02 Oktober 2012

Berdisiplin dengan Tujuan

Mungkin kita pernah terkagum-kagum melihat pemain musik yang hebat. Saya punya beberapa rekan musisi yang luar biasa sejak muda. Mereka seolah dilahirkan dengan keahlian itu. Namun, semua orang yang pernah mencoba main musik pasti tahu bahwa kepiawaian mereka tidak muncul begitu saja.

Ada ribuan jam latihan yang telah mereka lewati dengan penuh kedisiplinan sebelum akhirnya mereka "merdeka" memainkan nada-nada yang indah. Elton Trueblood berkata, "Disiplin adalah harga yang harus dibayar untuk mengalami kemerdekaan."

Disiplin berlatih adalah kuncinya. Kata "berlatih" dalam bahasa Yunani adalah gumnazo, yang juga merupakan asal kata Inggris gymnasium, tempat para olahragawan berlatih fisik. Tidak ada jalan pintas.


Tentu saja, menjadi orang yang disiplin bukan tujuan akhir. Latihan hanyalah sarana yang menjadikan kita leluasa dipakai Tuhan untuk membawa keselamatan dan pertumbuhan bagi banyak orang. Disiplin apa saja yang harus kita latihkan untuk mewujudkannya? --ELS

* * *

Sumber: e-RH, 2/10/2012 (dipersingkat)

-----

Baca juga:

Mozart pun Berlatih!

==========

01 Oktober 2012

Jemawa

Apakah arti “jemawa”? Jemawa itu congkak—menilai diri sendiri melebihi yang seharusnya. Jemawa itu sombong—merasa lebih baik dari orang lain, merasa memiliki kemampuan luar biasa dan mengagungkan diri sendiri.

Orang jemawa merasa tidak memerlukan siapa pun, Tuhan sekalipun. Sikap itu membuat Tuhan sedih. Orang jemawa harus berhati-hati jangan sampai Tuhan marah, seperti Ia marah kepada Lucifer, si setan yang dahulu adalah kepala para malaikat.

Tuhan menciptakan Lucifer sebagai malaikat yang cantik dan musisi berbakat. Namun Lucifer jemawa, berpikir bahwa dirinya jauh lebih baik dari para malaikat lainnya. Ia bahkan dengan sombong berpikir bahwa ia juga lebih baik dari Tuhan!

Tuhan marah, mengusirnya keluar dari surga seraya berkata, “Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar” (Yehezkiel 28:17).

Kesombongan itu akan menghancurkan kita. Keluarga, karier, dan persahabatan hancur karena sikap itu. —Agus Santosa

* * *

Sumber: KristusHidup.com, 1/10/2012 (dipersingkat)

==========

Posting Terbaru

Langganan Updates

Untuk berlangganan updates semua blog berbahasa Indonesia saya, silakan isi formulir di BLOG UTAMA.

NB: Satu formulir untuk semua blog.

Pemilik Blog

Foto saya
• Infopreneur, Online Publisher
• Penerjemah buku Retire Young Retire Rich karya Robert T. Kiyosaki & Sharon L. Lechter, dan banyak buku lainnya.