BLOG INI pada awalnya berisi Kutipan / Kata Mutiara / Kata-kata Bijak (quotations), Ringkasan (summaries), dan Pemahaman (insights). Dalam perkembangan selanjutnya diisi dengan artikel-artikel singkat. Silakan klik di sini... untuk kembali ke BLOG UTAMA.

31 Mei 2012

Kerja dengan Gembira

“Senang bekerja di sini?” tanya saya kepada seorang Reflexology & Foot Spa therapist yang sedang melaksanakan tugasnya. “Tidak,” katanya terus terang. Lalu dia bercerita bahwa dia telah salah pilih. Dia mengira pilihannya itu adalah pekerjaan di salon kecantikan. Tetapi apa daya, dia sudah terlanjur mengikuti training dan terikat kontrak kerja selama dua tahun.

Saya menangkap nada sendu dalam ceritanya. Mendengar kisahnya, saya merasa terenyuh, membayangkan betapa tersiksanya dia harus mengerjakan sesuatu yang tidak disukainya. Sesungguhnya, terkait pekerjaan, tidak ada hal yang lebih membahagiakan daripada melakukan pekerjaan yang disukai. Sebab hal itu akan mendatangkan kegembiraan.

Banyak di antara kita yang terperangkap dalam pekerjaan yang tidak disukai, terpaksa melakukan pekerjaan itu karena tidak memiliki pilihan lain. Lalu bagaimana? Barangkali cerita William Barclay, teolog dan penulis kelahiran Glasgow, dapat menginspirasi kita.

Barclay mengenal seorang pria yang dianggapnya paling bahagia, karena dia sangat bahagia dengan pekerjaannya. Pria ini bekerja di sebuah bengkel di kota tempat tinggalnya. Dia bukan seorang montir, dia hanya seorang pencuci mobil.

Bayangkan mencuci kendaraan kotor enam hari dalam seninggu! Tetapi, betapa bahagia pria ini dengan pekerjaannya itu. Dia mencuci mobil dengan sungguh-sungguh, bahasa sekarang barangkali “mencuci dengan hati”, sehingga mobil-mobil itu terlihat begitu bersih mengkilat. Karunianya adalah karunia untuk mencuci mobil. Betapa ia menggunakan karunia itu dan berbahagia karenanya.

Barclay mengakhiri kisahnya dengan keyakinan bahwa seorang kondektur bus bisa menarik karcis Anda dengan cara yang membuat seluruh hari Anda cerah. Seorang pramuniaga bisa melayani Anda sedemikian rupa sehingga dunia ini menjadi tempat yang lebih baik.

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda terjebak dalam pekerjaan yang tidak Anda sukai? Ataukah Anda berbahagia dengan pekerjaan Anda? Mencoba mencintai pekerjaan adalah saran yang biasa kita dengar. Tetapi sebuah nasihat yang lebih baik mengatakan, agar kita bekerja seperti orang yang melayani Tuhan bukan manusia.

Jika nasihat itu kita laksanakan, kita akan merasa gembira. Dan bukan hanya itu, kita juga akan menerima balasannya dari Tuhan.

* * *

Sumber: KristusHidup.com, 31/5/12 (diedit seperlunya)

==========

07 Mei 2012

Tuhan Adalah Penuntun yang Agung

Setiap manusia pasti akan merasakan kekuatiran tatkala menghadapi masa depan yang tidak pasti. Memang manusia bukanlah ciptaan yang maha tahu, sehingga masa depan baginya adalah suatu keadaan yang misterius.

Lalu berdasarkan kemampuan analisis yang Tuhan berikan, manusia mencoba memahami siklus alam, sebab-akibat, dan menarik kesimpulan darinya agar dapat memprediksi kondisi kehidupannya di masa depan.

Kadang-kadang kita kuatir tentang masa depan kita, apalagi jika kekuatiran itu berhubungan dengan kesehatan, keberhasilan, dan keturunan kita. Sebagai manusia yang terbatas, kita tidak mungkin dapat mengingkari kekuatiran tersebut.

Kabar baiknya, Tuhan tidak pernah membiarkan umat-Nya berjalan sendiri tanpa tuntunan-Nya. Masalahnya, maukah kita mengikuti tuntunan Tuhan?

Janganlah kuatir akan tuntunan Tuhan, tetapi kuatirlah jika kita tidak menaati kehendak-Nya, sebab ketidaktaatan kitalah yang sering kali membuat kita tidak dapat memahami tuntunan-Nya.

* * *

Sumber: Perspektif, 6/5/12 (dipersingkat)

==========

05 Mei 2012

Pidato Steve Jobs: “Stay Hungry. Stay Foolish.”

Berikut ini adalah cuplikan pidato Steve Jobs dalam acara wisuda di sebuah universitas di Amerika.

----------

Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik

Anda tidak akan dapat merangkai titik-titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimanapun akan terangkai di masa mendatang.

- - -

Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan

Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda.

Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya.

- - -

Cerita Ketiga Saya: Kematian

----------

Silakan tonton video dan baca tulisan utuhnya di sini...

==========

04 Mei 2012

Tujuan Hidup

Suatu pagi pada tahun 1888, Alfred Nobel, penemu dinamit, terhenyak kaget membaca berita kematiannya di sebuah surat kabar. Yang membuatnya kaget bukan karena berita kematiannya itu, sebab dia tahu dirinya masih hidup, melainkan apa yang tertulis di situ tentang dirinya.

Untuk pertama kalinya Alfred Nobel melihat dirinya menurut pandangan dunia terhadapnya: “raja dinamit”, tidak lebih dari itu. Dia hanya dikenal sebagai “pedagang kematian”, mengumpulkan kekayaan dengan memproduksi dan menjual senjata perusak. Sebetulnya yang meninggal adalah saudaranya, tetapi wartawan salah menuliskan nama.

Alfred Nobel merasakan kengerian yang luar biasa dengan pemahaman ini. Hal itulah rupanya yang kemudian mendorongnya memutuskan agar dunia mengetahui tujuan hidupnya. Ia pun menulis surat wasiatnya, menyerahkan kekayaannya untuk membuat hadiah paling bergengsi, hadiah Nobel Perdamaian. Saat ini dunia mungkin tidak ingat lagi hubungan antara namanya dengan dinamit.

Tujuan hidup merupakan motivator yang membimbing, menggerakkan, mengarahkan seseorang untuk bertindak dan bersikap. Jika seseorang memiliki tujuan hidup, maka ia akan mengisi hidupnya dengan tindakan-tindakan guna mencapai tujuan hidup itu.

Bagaimana dengan kita, apa tujuan hidup kita? Mengumpulkan harta duniawi sebanyak-banyaknya? Mengejar sukses dengan menghalalkan segala cara? Mencari kesenangan dan kenikmatan dunia? Melayani Tuhan? Menjadi berkat bagi sesama? Ikut menciptakan dan memelihara perdamaian?

Ketika nanti kita telah pergi meninggalkan dunia ini, kita ingin dikenal dan dikenang sebagai apa?

* * *

Sumber: KristusHidup.com, 4/5/12 (sedikit dipersingkat)

==========

Posting Terbaru

Langganan Updates

Untuk berlangganan updates semua blog berbahasa Indonesia saya, silakan isi formulir di BLOG UTAMA.

NB: Satu formulir untuk semua blog.

Pemilik Blog

Foto saya
• Infopreneur, Online Publisher
• Penerjemah buku Retire Young Retire Rich karya Robert T. Kiyosaki & Sharon L. Lechter, dan banyak buku lainnya.