BLOG INI pada awalnya berisi Kutipan / Kata Mutiara / Kata-kata Bijak (quotations), Ringkasan (summaries), dan Pemahaman (insights). Dalam perkembangan selanjutnya diisi dengan artikel-artikel singkat. Silakan klik di sini... untuk kembali ke BLOG UTAMA.

29 Desember 2010

Bukan Sekadar “Hanya”

Saat sedang menunggu diwawancara untuk melamar pekerjaan, seorang lelaki memungut kertas-kertas berceceran di lantai lalu memasukkannya ke dalam tong sampah; sementara calon-calon yang lain hanya membiarkannya. Hal itu sengaja diperhatikan oleh si pewawancara. Dan ternyata, karena itulah lamarannya diterima. Memang kelihatannya di satu sisi hanya sebuah tindakan sederhana dan di sisi lain hanya sekadar membiarkannya, tetapi dampaknya amat besar. Tak bisa lagi disebut "hanya".

Apa yang kita sangka "hanya" ternyata tak boleh disepelekan. Kelihatannya hal remeh atau sederhana. Perkara kecil saja. Namun, belum tentu dampaknya tidak besar. Kemarahan kecil bisa menyulut keributan besar. Keteledoran kecil dapat berakibat kecelakaan fatal. Kemalasan yang serba meremehkan berpotensi menciptakan kegagalan serius. Sebaliknya, sedikit menahan diri bisa mencegah huru-hara. Datang sedikit lebih awal dapat menciptakan ketenangan yang positif. Kerja sedikit lebih keras memberi nilai lebih yang signifikan. Sungguh, semua itu bukan "hanya"!

* * *

Oleh: Pipi Agus Dhali – www.renunganharian.net

Sumber: e-RH, 29 Desember 2010 (dipersingkat)

Judul asli: Hanya

==========

28 Desember 2010

Berdamai dengan Kenyataan

Ketika kita mengalami peristiwa menyedihkan, kerap timbul pertanyaan di hati, "Mengapa ini terjadi? Mengapa saya harus mengalami ini?" Dan, kita tidak menemukan jawabnya. Ya, dalam hidup ini ada banyak peristiwa yang terjadi tanpa alasan atau jawaban yang memuaskan.

Begitulah, banyak hal dalam hidup ini yang terjadi begitu saja. Maka, baiklah kita meresponsnya bukan dengan gugatan ataupun protes, melainkan dengan hati yang berserah dan tetap bersyukur. Marilah kita berhenti mencari jawaban.

Jalani saja hidup ini dengan rela. Mungkin itu tidak serta merta akan menyelesaikan masalah, tetapi minimal tidak akan menimbulkan masalah baru atau menambah berat masalah yang sudah ada.

BERDAMAI DENGAN KENYATAAN KERAP MERUPAKAN JAWABAN DARI BANYAK PERTANYAAN.

* * *

Oleh: Ayub Yahya – www.renunganharian.net

Sumber: e-RH, 28 Desember 2010 (dipersingkat)

Judul asli: Mengapa Ini Terjadi?

==========

27 Desember 2010

Berani Mengalami Perubahan

Terkadang untuk menyatakan kuasa dan mukjizat-Nya, Tuhan menghendaki kita agar berani melangkah dan meninggalkan zona nyaman kita. Tuhan lebih besar dari segalanya, Ia sanggup melakukan yang lebih baik dan lebih besar ketika kita berserah kepada-Nya.

Perubahan tidak selamanya berarti kemunduran. Sebaliknya, perubahan bisa berarti kemajuan. Jika saat ini Tuhan mengizinkan kita mengalami perubahan dalam bidang tertentu dalam hidup ini, melangkahlah dengan berani. Lakukan apa yang bisa kita lakukan dengan segenap hati, maka Tuhan akan memberkati.

Jangan tinggal dalam bayang-bayang masa lalu yang menyenangkan, karena itu akan menghambat langkah kita untuk meraih keberhasilan berikutnya. Percayalah bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.

-----

Kata-kata bijak:
Di balik tantangan, perubahan, atau kesulitan terdapat kesempatan untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Untuk menerima yang lebih baik, anda harus berani melepaskan apa yang anda genggam erat.

* * *

Sumber: Manna Sorgawi, 27 Desember 2010 (dipersingkat)

==========

23 Desember 2010

Hambatan Bukanlah Jalan Buntu

Apakah ada rencana Anda yang tertunda? Apakah Anda terpaksa mengubah haluan karena adanya suatu rintangan? Selama tujuan Anda benar, jangan biarkan hambatan menghentikan langkah Anda. Tuhan mungkin sedang mengarahkan Anda untuk menempuh jalur lain, jalur alternatif yang hasilnya akan jauh lebih baik daripada apabila Anda bertahan di jalur semula.

HAMBATAN BUKANLAH JALAN BUNTU MELAINKAN TANTANGAN UNTUK MENGUJI KREATIVITAS.

* * *

Sumber: e-RH, 23 Desember 2010

==========

Sejarah Lagu “Malam Kudus”

Kabar buruk itu muncul menjelang malam Natal 1818. Joseph Mohr, seorang pendeta Austria, diberi tahu bahwa organ di gerejanya rusak dan perbaikannya memakan waktu lama, sehingga organ itu tidak akan dapat dipakai untuk mengiringi ibadah malam Natal.

Ia kebingungan. Natal tanpa iringan musik? Ia pun duduk menggubah lagu yang dapat dinyanyikan oleh paduan suara dengan iringan gitar. Ia menulis tiga bait yang bersahaja, tetapi dengan melodi yang kuat.

Malam itu, jemaat di gereja kecil itu menyanyikan "Stille Nacht" (Malam Kudus) untuk pertama kalinya. Karena organ yang rusak, kita mewarisi lagu Natal yang populer sepanjang masa.

* * *

Sumber: e-RH, 23 Desember 2010

==========

22 Desember 2010

Jangan Remehkan Doa

Kekuatan dan kemampuan manusia terbatas, namun kuasa Tuhan tidak terbatas. Raihlah kuasa-Nya melalui doa, karena ketika kuasa Tuhan bekerja, apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Sebagai orangtua, kita memiliki beban yang berbeda-beda terhadap anak-anak kita. Mungkin kita sudah putus asa melihat kelakuan buruk anak-anak kita, menguatirkan masa depan mereka, pergaulan mereka, biaya sekolah yang semakin berat, penyakit mereka, atau pergumulan lainnya. Datanglah kepada Tuhan di dalam doa.

Memang tidak selamanya doa yang kita naikkan langsung mendapatkan jawaban sesuai yang kita inginkan, tetapi tetaplah tekun berdoa.

Doa membuat kita memiliki keyakinan diri dan ketenangan yang besar. Eisenhower berkata, “Doa memberi anda keberanian untuk mengambil keputusan di masa krisis, dan keyakinan untuk memercayakan hasilnya kepada Tuhan.”

Jadikan doa sebagai suatu gaya hidup, artinya hidup kita tidak pernah terlepas dari doa. Bawa keluarga kita dalam doa, karena doa menjadi pagar perlindungan yang kuat bagi keluarga dan orang-orang yang kita kasihi. Jangan jemu-jemu berdoa!

-----

Kata-kata bijak:
Doa untuk semua anggota keluarga merupakan pemberian paling berharga dari seorang ibu.

* * *

Sumber: Manna Sorgawi, 22 Desember 2010 (dipersingkat)

Judul asli: Doa Seorang Ibu

==========

20 Desember 2010

Menghadapi Badai Kehidupan

Pernahkah Anda mengalami badai pergumulan di dalam kehidupan Anda? Pergumulan itu biasanya muncul tiba-tiba dan kita tidak tahu kapan ia melanda hidup kita, tetapi Tuhan akan selalu memberi jalan keluar kepada kita.

Untuk itu, kita perlu mempersiapkan diri kita setiap saat dalam menghadapi hal tersebut. Apa yang harus kita lakukan ketika menghadapi badai itu?

  1. Percayalah bahwa Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Roma 8:28).
  2. Percayalah pada kekuatan Tuhan dan bukan mengandalkan kekuatan sendiri (Filipi 4:13).
  3. Percayalah kepada Tuhan karena Ia pasti menepati janji-Nya untuk menolong kita (I Kor 10:13).

Ketika kita bergantung kepada Tuhan, kita akan sanggup menghadapi badai pergumulan apa pun yang menghalangi jalan hidup kita. Kita tahu bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencana-Nya yang gagal dalam hidup kita.

Sumber: AbbaNews, 20 Desember 2010

==========

19 Desember 2010

Pengampunan Bukanlah Perasaan, Tapi Keputusan

Pembalasan adalah hak Tuhan, kalahkanlah kejahatan dengan kasih. Mengampuni orang yang menyakiti kita adalah tanda bahwa kita mengasihi orang itu. Apa tanda kita mengampuni kesalahan orang lain? Kita tidak lagi mengingat-ingat kesalahan itu. Mengampuni artinya menghapus catatan tentang kesalahan orang kepada kita. Pengampunan bukanlah perasaan, tapi keputusan.

Sumber: AbbaNews, 19 Desember 2010

==========

18 Desember 2010

Dari Ulat Menjadi Kupu-kupu yang Indah

Seekor ulat dapat mengalami metamorfosa menjadi kepompong dan akhirnya menjadi kupu-kupu yang indah. Mengapa seekor ulat yang jelek dapat menjadi kupu-kupu yang indah? Karena di dalam ulat yang jelek tersebut terdapat benih kupu-kupu yang indah.

Jangan melihat orang-orang terdekat kita sebagai ulat, tetapi lihatlah mereka sebagai pribadi yang bakal berubah dari ulat menjadi kupu-kupu yang indah.

Sumber: AbbaNews, 18 Desember 2010

==========

17 Desember 2010

Belajar dari Kisah Orang lain

Setiap kisah pasti bermanfaat, karena tidak mungkin kita mengalami semuanya sendiri. Kalau kita mau belajar dari kisah orang lain, maka kita akan sangat 'kaya pengalaman', tanpa harus mengalaminya sendiri.

Cukup beberapa orang saja yang mengalami suatu peristiwa yang kurang menyenangkan, dan kita tinggal memetik hikmahnya.

==========

Posting Terbaru

Langganan Updates

Untuk berlangganan updates semua blog berbahasa Indonesia saya, silakan isi formulir di BLOG UTAMA.

NB: Satu formulir untuk semua blog.

Pemilik Blog

Foto saya
• Infopreneur, Online Publisher
• Penerjemah buku Retire Young Retire Rich karya Robert T. Kiyosaki & Sharon L. Lechter, dan banyak buku lainnya.